Mencegah Tawuran Antar-Geng Remaja: Penguatan Karakter Melalui Kepanduan Hizbul Wathan dan IPM

Bentrokan fisik antar-kelompok geng remaja kembali memicu keresahan pengguna jalan di Yogyakarta pada pertengahan tahun 2025. Perilaku destruktif yang dipicu oleh solidaritas kelompok yang keliru (fanatisme ashabiyah) ini kerap menuntut korban jiwa dan luka-luka.
Muhammadiyah memandang fenomena tawuran sebagai cermin kekosongan identitas dan krisis ketauladanan di kalangan remaja. Rasulullah SAW mengingatkan bahwa tidak masuk golongan umatnya orang-orang yang menyeru pada fanatisme kelompok yang merusak (ashabiyah). Energi dan keberanian remaja yang meluap-luap gagal disalurkan ke dalam aktivitas produktif.
Sebagai solusi konkrit, Muhammadiyah menawarkan wadah pembinaan karakter melalui Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan (HW) dan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM). Melalui kegiatan kepanduan, remaja diajarkan nilai kedisiplinan, persaudaraan lintas sekolah, cinta alam, serta kepemimpinan yang berakhlak mulia.
Sekolah-sekolah Muhammadiyah diinstruksikan untuk proaktif membangun iklim pendidikan yang inklusif dan memanusiakan siswa, serta menjalin komunikasi erat dengan orang tua murid. Tawuran tidak bisa diselesaikan dengan kekerasan balasan, melainkan dengan merangkul jiwa remaja melalui kegiatan yang membangun rasa percaya diri dan prestasi nyata.
Ditulis oleh PRM Bausasran
Artikel lainnya